Senin, 18 Juli 2011

Pembayaran Peunayah Gagal Dilakukan

Nagan Raya-//: Pembayaran Peunayah oleh PT Surya Panen Subur untuk penyelesaian sengketa lahan dengan masyarakat Desa Pulo Kruet dan Desa Kuta Tring kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya yang rencanya dilakukan (11/7) gagal dilakukan. Kendati sebelumnya telah ada kesepakatan bersama anatara pihak SPS dan Warga.
Rencana pembayaran yang dilakukan di aula kantor Camat setempat itu akhirnya batal dilakukan. Sebab, warga dari dua desa yang saat itu hadir merasa tuntutan mereka untuk ditegaskan letak dan dibuat pernyataan tertulis tentang Plasma bagi masyarakat dianggap tidak sependapat dengan pihak SPS.
Yang hadir saat itu, Camat, Sekcam, Kapolsek, Komandan koramil dan pihak SPS tentunya.
Masyarakat menuntut selain diberikannya peunayah, Pihak SPS juga dapat memberikan Plasma untuk masyarakat.
Padahal, permintaan Plasma telah disepakati oleh pihak perusahaan. Hanya saja masalah lahannya tidak berada dalam HGU perusahaan. Melainkan, pemda yang menentukan letak lahan untuk dijadikan lahan plasma bagi masyarakat.
Padahal, seperti yang dikatakan pihak SPS apa yang dilakukan hari itu adalah salah satu persaratan menuju Plasma sebagai mana diharapkan masyarakat.
Hanya saja, masyarakat memninta penegasan. Dengan harapan, kedepannya tidak menjadi persoalan. Jika pun menjadi persoalan masyarakat memegang hasil kesepakatan yang ditandatangai para pihak yang hadir, maupun saksi.
Pada intinya, masyarakat meminta pelasma dan ad penegasan tentang itu semua. Untuk itu, masyarakat memninta bukti hasil keputusan pertanggung jawaban. Karena hawatir Plasma yang di janjikan akan berlarut. Dan hasilnya sama sekali tidak ada.
Karena tidak ada hasil kesepakatan. Akhirnya masyarakat maupun berbagai pihak yang saat itu hadir pulang tanpa ada hasil kesepakatan sebagai mana diharapkan.

Gagalnya rencana pembayaran g dibyang sebelumnya telah disepakati itu sendiri, karena

Papan Reklame Dinas Syariat Islam Berubah Fungsi

Nagan Raya-//: Papan reklame milik Dinas Syariat Islam yang ada di Kabupaten Nagan Raya tidak lagi dimanfaatkan sebagai mana fungsinya. Melainkan sudah berubah fungsi. Diketahui, papan Reklame yang seharusnya berisi pesan penegakan syariat Islam di Aceh dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
Tentunya hal ini telah menyalahi ketentuan sebagai mana yang ada. Padahal, papan yang sehrusnya berisi pesan milik Dinas Syariat Islam itu sangat penting demi tegaknya syariat Islam secara kafah di tanah Serambi Mekah, Nagan Raya umumnya, Aceh kususnya.
Karena hal itu, dimasyakat timbul kesimpulan tidak tegasnya Dinas Syariat Islam menjalankan fungsinya di Nagan Raya. Masyarakat mengaku, hal itu sangat disayangkan. Sebab, untuk menjalankan mewujudkan Syariat Islam secara kafah, peran serta Dinas Syariat Islam dalam hal ini sangat besar.
Namun, keseriusan instansi tersebut seolah tidak menunjukkan kinerjanya secara fositif. Pengawasan yang dilakukan Dinas tersebut juga terkesan lemah. Faktanya, di Nagan Raya goyang seronok masih kerap terjadi saat acara kibotan hingga tengah malam.
Selain itu, peredaran minuman keras (miras) juga masih menjadi momok menakutkan bagi warga, karena, tidak menutup kemungkinan generasi penerus yang ada di Nagan Raya terjangkit penyakit masyarakat.
Mengkonsumsi minuman keras, membuat mereka lepas kendali. Momok ini masih terus mengacam para orang tua. Persoalan ini harus diambil tindakan. Jika tidak semakin hari kian merebak dan semakin menjangkit.
“Sedangkan persoalan yang ditangani saja bisa tidak tuntas. Bagaimana jika tidak ada upaya sama sekali,” terang warga yang tidak ingin disebut namanya.

Yayasan Dapat Berperan Penting

Nagan Raya-// :Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda, terutama para pelajar di Kabupaten Nagan Raya menurut Ketua Yayasan Pembangunan Pendidikan Informatika (YPPI) Mahyudi SE, peran serta yayasan dapat berperan penting.
Diakuinya, pada awalnya dirinya merasa sangat perihatin terhadap para pelajar yang bahkan hingga perguruan tinggi masih banyak yang tidak dapat mengoprasionalkan computer. Berangkat dari keperihatinannya itu, timbul dalam dirinya untuk mendirikan yayasan, khususnya di bidang pemahaman dasar computer.
Karena tekat besar yang ada dalam dirinya itu, kini apa yang menjadi tekat bersat itu dapat terwujud dan lahirlah Yayasan Pembangunan Pendidikan Informatika yang berlokasi di Desa Lawabati Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya.
Kendati usia yayasan belum genap satu bulan minat para siswa untuk menikuti kegiatan serta program yang telah terprogram cukup menunjukkan nilai positif. Tentu, hal itu membuat Mahyudi SE semakin yakin niat positifnya itu.
Diakunya pula, pada tahap awal ini saja, beberapa orang siswa terpaksa masuk dalam daftar antrian untuk mengikuti program pendidikan nonformal dibidang Pengetahuan dasar computer. Hal itu disebabkan masih minimnya fasilitas yang ada. Menurutnya, dalam hal ini peran serta pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan sangat dibutuhkan.
“Jika dilihat dari tingginya minat serta keterbatasan perangkat yang ada, kami berharap pemerintah Daerah dalam hal ini dapat berperan untuk membantu,” ungkapnya dengan ramah.
Dijelaskannya, saat ini saja dirinya terpaksa mengatur sip untuk para anak didiknya hingga enam sip. Tujuannya agar dapat menampung lebih banyak anak didik. Walau demikian, tetap saja para anak didik terpaksa harus masuk dalam daftar antrian.
“Sebelumnya saya sama sekali tidak menduga kalau kejadiannya bakal seperti ini. Ternyata minat untuk dapat mengoprasionalkan computer cukup tinggi. Mungkin karena memang sudah menjadi kebutuhan,” terangnya.
Mahyudi SE mengaku, saat ini computer yang dugunkan untuk mendidik para regenerasi penerus di Kabupaten Nagan Raya ini hanya sebatas empat unit. Dengan keterbatasan itulah saat ini dia mendidik putra/putri yang umumnya masih duduk di bangku sekolah, walaupun ada anak didiknya yang sudah lulus SMA, manun hanya sebagian kecil saja.
“Mengenai biaya, saya tidak mematok terlalu tinggi. Biaya tiga ratus lima puluh ribu menurut saya itu biaya yang wajar. Sedangkan anak yatim kita tidak memungut biya,” ucapnya.
Dapat member pemahaman dasar computer menurunya hal itu suatu kebanggaan. Sebab, dengan pahamnya para generasi, kedepannya mereka tidak harus memulai dari dasar ketika ingin menuju jenjang yang lebih tinggi.
“Saya akan tetap berupaya untuk dapat membantu siswa yang ingin belajar. Itu memang sudah menjadi tekat saya, cepat atau lambat. Jika tidak, kita akan terus tertinggal dengan kemajuan jaman. Terutama dibidang informatika,” katanya. //dap

Tidak Ada Alasan Untuk Menunda Pilkada

Nagan Raya-//: Penundaan terhadap Pilkada sudah ditentukan. Seluruh tahapan dan jadwal bahkan sudah ditentukan, sesuai peraturan pemerintah dan Qanun Aceh. Bahkan, pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menyatakan komitmen untuk tidak akan menunda pelaksanaan tahapan pilkada di seluruh Aceh.
Seperti dikemukakan Ketua KIP Aceh Abdul Salam Paroh. Bahwa, tidak ada alasan untuk menunda Pilkada. Sedangkan terkait Permintaan Partai Aceh untuk menunda Pilkada, hal itu menurutnya tidak menjadi permasalahan. Sebab, KIP juga punya aturan sendiri untuk melaksanakannya.

Menurut Ketua KIP Aceh , disela kunjungannya datang ke Nagan Raya untuk menghadiri pelantikan anggota PPS dan PPK di wilayah itu, di aula SKB setempat pekan lalu, Salam Poroh mengatakan, tahapan pilkada yang saat ini tengah dijalankan KIP Aceh telah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada.
Sehingga tahapan yang kini sedang dijalankan, tetap akan terus dilakukan hingga pelaksanaan pemilihan yang telah ditetapkan pada tanggal 14 November 2011 mendatang.

Ditegaskannya, Pilkada baru boleh ditunda apabila keamanan tidak terjamin. seperti faktor bencana alam, serta faktor gangguan lainnya yang benar-benar menghambat proses pelaksanaan pilkada.

Dia juga yakini dan optimis, pelaksanaan Pilkada akan berjalan sesuai aturan. Sebab, telah disepakati seluruh KIP yang berada di kabupaten/kota di Aceh.
Sedangkan tentang adanya rencana pihak DPR Aceh untuk mengevaluasi kinerja KIP melalui pansus yang akan dibentuk. Menuurtnya hal itu merupakan hak masing-masing lembaga. Artinya, pansus yang akan dilakukan itu adalah hak legislatif untuk melakukannya dan punya aturan masing-masing. Begitu juga dengan KIP Aceh.
Diakuipkanny pula, pihaknya juga punya aturan untuk melaksanakan tahapan pilkada. Sehingga ia minta kepada semua pihak di Aceh untuk menghormati setiap aturan yang ada di lembaga masing-masing. Karena itu, setiap lembaga diharapkan tetap menjalankan tugas dan fungsinya sesuai aturan yang ada.

Tentang calon perseorangan, Kepala Divisi Hukum KIP Aceh, Zainal Abidin SH MSi menyatakan. Calon perseorangan tetap boleh maju sebagai peserta dalam pesta demokrasi yang kini sedang berjalan. Karena, acuan yang dipegang oleh pihaknya tetap mengacu pada aturan sebelumnya tentang Qanun Penyelenggaraan Pilkada di Aceh serta aturan pemerintah.

Meski kini pelaksanaan Pilkada di Aceh mengalami goncangan karena ada perdebatan menyangkut dengan calon perseorangan/independen yang telah dilakukan pihak DPR Aceh, Zainal mengatakan pihaknya tak mempersoalkan hal itu. Alasannya, Qanun Pilkada yang disahkan DPRA beberapa waktu lalu masih bermasalah dan menjadi perdebatan hukum.
-0-
PPS dan PPK
Ketua KIP Aceh menghimbau, kinerja para anggota PPS dan PPK secara baik dan jujur itu sangat dibutuhkan, sehingga hasil perhitungan suara itu sesuai dengan jumlah suara yang diberikan oleh pemilih saat berlangsungnya pemilihan.

demikian pula Ketua KIP Nagan Raya, T Abdul Rasyid SE, seluruh anggota PPS dan PPK yang dilantik agar bekerja sesuai aturan yang ada, untuk menyukseskan tahapan pilkada yang kini sedang berjalan.

Kepada seluruh peserta Pilkada diharapkan pula nantinya, agar menghormati jalannya Pilkada. Tidak memperkeruh suasana di Nagan Raya dengan sengketa pilkada, itu sangat diharapkan.. “Kalau ada persoalan silahkan disampaikan mulai sekarang, dan jangan ketika setelah selesai Pilkada baru muncul berbagai masalah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini, yang juga ikit maju dalam pesta demokrasi nantinya, dalam sambutannya berharap kepada seluruh anggota PPS dan PPK yang dilantik mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga, pilkada damai bisa berjalan dengan baik sesuai harapan seluruh komponen masyarakat. Si/-dap

Senin, 04 Juli 2011

SMA NEGERI 1 UJONG FATIHAH LAKUKAN UJIAN TILISAN PENERIMAAN SISWA BARU

Nagan Raya: SMA Negeri 1 Ujong Fatihah kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya, saat ini (4/7) tengah melakukan ujian seleksi penerimaan bagi siswa baru. Menurut keterangan dari Kepala Sekolah (Kepsek) Darwis Spd, seleksi penerimaan siswa baru hanya dilakukan satu hari.
“Ujian seleksi penerimaan siswa baru hanya silakukan satu hari. Saat ini para siswa sedang malakukan ujian tes tulisan,” ungkapnya saat ditemui wartawan langsung diruang kerjanya.
Selain itu, Kepala sekolah SMA Negeri 1 Ujung Fatiha Darwis Spd juga menjelaskan. Pada tahun ajaran baru ini, SMA Negeri 1 Ujong Fatihah hanya menerima 148 orang siswa/siswi baru. Sedangkan dengan siswa yang tidak lulus nantinya akan ditempatkan kesekolah lain.
“Pada tahun ini sesuai dengan KTSP, setiap setiap ruangannya hanya tiga puluh dua orang. Ruangan yang tersedia di Sekolah SMA Negeri 1 Ujong Fatihah hanya empat ruangan, karena itu tidak semua siswa yang mendaftar dapat diterima,” katanya.
Dijelaskannya pula, selain kegiatan ujian tulis bagi siswa baru, selasa (6/7) ruangan SMA Negeri ujung Fatiha juga digunakan untuk ujian penyetaraan paket C.
“Besok disini akan dilakukan kegiatan ujian paket C penyetaraan bagi siswa yang tidak lulus,” sambungnya.
Diketahui, penerimaan siswa baru sudah berakhir sejak (30/6) kemarin. Sedangkan pengumuman bagi siswa akan dilakukan pada (6/7). Sedanagkan (11/7) para siswa sudah aktif belajar. Demikian juga siswa baru.

Selasa, 19 April 2011

Awas Palitik Uang Pilkada Bisa Diulang

Tidak sedikit kasus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diulang. Hal itu disebabkan permainan kotor yang dilakukan para pasangan calon yang maju. Karana kuatnya ambisi yang ada untuk menjadi pemimpin, membuat mereka gelap mata. Sehingga, suara rakyat dibeli untuk memuluskan ambisinya.

Tanpa disadari, ‘bau bangkai politik Busuk’ itu cepat atau lambat tercium. Hingga akhirnya para pasangan calon yang kalah merasa memiliki kesempatan untuk menggugat. Bahkan dari celah terkacil sekalipun. Hingga akhira Pilkada harus diulang kembali.

Tentunya hal seperti demikian tidak harus terjadi pada Pilkada Aceh kelak. Terutama di Kabupaten Nagan Raya. Karena itu pula, para pasangan yang nantinya akan maju sadar dan paham. Sehingga tidak bertindak curang dengan melakukan ‘Politik Busuk’.

Sehingga, proses Pilkada berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak harus diulang karana akan mengeluarkan dana yang lebih besar, yang tentunya percuma. Memang, Politik uang kelihatannya saat ini sudah seperti menjadi tren sendiri. Sehingga di tanah air, tidak sedikit dijumpai kasus main curang pada pilkada.

=Mengambil Keuntungan
Para pasangan bakal calon sendiri, dalam hal ini juga harus mampu bertindak bijak. Tidak perlu ditanya kenapa. Sebab, tidak sedikit pula dari kalangan masyarkat yang memenfaatkan moment pesta demokrasi demi kepentingan pribadi.

Sebab, dengan iming-imingi dapat memberikan bantuan suara, para bakal calon biasanya tidak segan-segan jika harus merogoh kocek lebih dalam. Fenomena seperti ini sudah sangat umum dilakukan dibelahan bumi pertiwi.

Karena itu, dalam pesta demokrasi yang tidak lama lagi akan dilakukan di tanah serambi. Masyarakat maupun para pasangan yang bakal maju dalam pesta demokrasi harus mampu bertindak bijak. Sebagai mana yang menjadi keinginan masyarakat di Kabupaten ini.

Karena para Tim Sukses (TS) yang ada dan bahkan sampai lapisan paling bawah selakipun, tidak sedikit dari mereka yang memiliki misi tertentu. Yakni mengambil keuntungan pribadi. Bukan mensukseskan salah satu pasangan calon.

=Pecahan Rupiah
Ada juga motif lain, katakanlah salah seorang yang awalnya mendukung salah satu pasangan calon berpindah kelain hati atau pasangan calon lain ketika dirasa aliran dana sudah tidak lagi lancar. Atau tidak lagi memiliki celah atau alasan yang tepat untuk menarik aliran dana.

Hal seperti demikian tentunya sangat tidak mencerminkan tingkah atau prilaku seorang warga yang memiliki moral baik. Demikian juga sebaliknya, para pasangan calon, jika sejak awal pencalonannya saja sudah melakukan tindakan curang, bagai mana jika terpilih dan harus memimpin.

Tentu, karena itu kita selaku masyarakat yang bijak dan tidak ingin dikatakan bodoh harus mampu mengambil sikap tepat. Jangan sampai suara kita terbandrol pecahan rupaih.

Sementara itu, perlu pula kita ketahui. Pemimpin yang tepat, adalah orang yang tidak bertindak curang. Sebab, masyarakat bijak pasti tahu kriteria bagai mana yang akan memimpin Nagan Raya.

*Catatan Didit Arjuna*

Kantor KPA Sunagan Timur Diresmikan

Nagan Raya-ORBIT: Karena dinilai kurangnya perhatian pemerintah saat ini, terhadap pembangunan maupun terhadap masyarakat Kabupaten Nagan Raya, pantas kiranya Samsuardi selaku putra daerah ikut maju dalam pesta demikrasi Aceh.
Sebagai putra daerah tentu dengan sendirinya dirinya terpanggil untuk untuk segera melibatkan diri secara lansung untuk membenahi pembangunan di kabupaten Nagan Raya. Tentu, sebagai putra daerah, dirinya terpanggil pula untuk melakukan perubahan menuju arah yang lebih maju.
Pada acara peresmian kantor KPA Seunagan Timur (18/4) Samsuardi yang akrab disapa Juragan itu terlihat begitu dekat dan akrab dengan masyarakat.
Majunya samsuardi sendiri turut diusung KPA dan PA Nagan Raya. Hal itu dikemukakan ketua KPA Sagoe Seunagan Timur Ali Hasyim Mulya, yang menyatakan pihaknya mendukung pasangan Samsuardi dan Nur Cholis SP untuk maju. Demikian juga Panitia pelaksana, Raja Muda Nagan T Arif Cam serta Ketua Parta Aceh (PA).
“Kita mendukung sepenuhnya Juragan untuk maju sebagai bakal colon Bupati untuk priode 2012-2017 mendatang,” katanya disela waktu acara peresmian kantor KPA.
Selain itu, pihaknya tidak juga telah mengaku sepakat tidak akan mendukung pasangan lain diluar dari Samsuardi dan Nur Cholis SP.
Untuk alasan tersebut pula, ditengah pesta demokrasi yang akan dilakukan di Aceh dalam waktu dekat ini, masyarakat harus dituntut cermat memilih pasangan balon bupati yang akan maju nantinya, terutama masyarakat di Kabupatan Nagan Raya. Sebab, jika masyarakat tidak bertindak bijak tentunya kedepannya nanti yang rugi adalah masyarakat sendiri. di2t